Dear my fellow Light of Women Ladies,

Teman-teman tentunya sudah sangat mengetahui bahwa sekarang ini banyak terjadi kebakaran hutan di Indonesia yang memakan sangat banyak korban jiwa, bukan hanya manusia dewasa namun juga anak-anak, binatang dan tumbuhan.

Salah satu teman Light of Women memberikan informasi mengenai seorang anak perempuan berusia 3 tahun bernama Jesika yang menjadi salah satu korban luka bakar atas terjadinya kebakaran hutan di Bangka.

Rumah sakit di Bangka tidak memberikan penanganan yang baik bahkan menurut pembicaraan saya dengan Bapak Rudy (orangtua dari Jesika), dokter langsung menyarankan untuk melakukan amputasi keseluruhan kedua kaki Jesika. Keluarga tidak menyetujui hal tersebut sehingga memutuskan untuk memindahkan Jesika ke rumah sakit di Jakarta.

Sejak Jumat malam 23 Oktober 2015, Jesika dirawat di ruang steril khusus unit luka bakar RS Pusat Pertamina Jakarta.

Saat saya menemui Bapak Rudy pada Kamis, 29 Oktober 2015, Bapak Rudy menceritakan bahwa di RSPP mereka tidak menerima BPJS pun pihak rumah sakit sudah memberikan keringanan untuk keluarga Jesika. Jesika sudah menjalani 2 (dua) kali operasi mengambil bagian kaki yang sudah tidak dapat berfungsi termasuk kesepuluh jari kaki Jesika.

Namun keluarga dan pihak rumah sakit masih ingin berusaha agar tidak perlu melakukan amputasi terhadap kedua kaki Jesika. Saat ditanya apakah yang paling dibutuhkan saat ini, Bapak Rudy mengatakan bahwa dana yang paling dibutuhkan. Selama ini dapat membayar biaya rumah sakit dari bantuan teman-teman yang dikirimkan oleh Yang Di Atas untuk membantu Jesika. Pun Jesika akan sangat senang apabila teman-teman ingin memberikan mainan ataupun boneka. Saat ditemui melalui jendela kaca pun, Jesika baru mau ditinggal sebentar oleh ayahnya saat saya menunjukkan boneka yang saya bawakan untuknya.

Apabila teman-teman tergerak untuk memberikan bantuan sukarela berapapun akan sangat kami terima. Untuk saat ini, koordninasi dilakukan oleh saya, Jessica selaku Community Development Manager dari Light of Women. Dan nomor rekening yang digunakan pun milik saya pribadi. Namun semua dana yang terkumpul akan saya buatkan rekapitulasinya dan akan saya publikasikan secara terbuka di blog dan facebook page Light of Women ini.

Apabila teman-teman membutuhkan bukti foto Jesika dan penjelasan lebih terperinci, dapat Whatsapp saya di 081288691493 karena saya tidak ingin meletakkan foto si kecil Jesika di media sosial untuk alasan yang baik.

Untuk dapat membantu, yang teman-teman dapat lakukan adalah:
1. Mengirimkan dana sukarela ke BCA a.n. Jessica 766-0242-150.
2. Mengirimkan bukti transfer melalui Whatsapp 0812-8869-1493.
3. Dana yang terkumpul paling lambat 6 November 2015 akan diserahkan secara langsung ke pihak keluarga Jesika.
4. Teman-teman yang ingin turut datang pada tanggal tersebut dapat memberitahukan saya agar saya dapat melakukan koordinasi lebih lanjut.
Terima kasih atas perhatian teman-teman semuanya.

Jess Lee
Community Development to Light of Women

Let our lights shine for others! 
heart emotico




Maraknya video kasus bullying dan kekerasan yang terjadi belakangan ini  telah memunculkan respon negatif pada publik. Faktanya, menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), saat ini kasus bullying menduduki peringkat teratas pengaduan masyarakat. Dari 2011 hingga agustus 2014, KPAI mencatat 369 pengaduan terkait masalah tersebut. Jumlah itu sekitar 25% dari total pengaduan di bidang pendidikan, yakni sebanyak 1.480 kasus. Bullying yang disebut KPAI sebagai bentuk kekerasan di sekolah, mengalahkan tawuran pelajar, diskriminasi pendidikan, ataupun aduan pungutan liar (Republika, Rabu 15 Oktober 2014).

Aktivitas bullying bukanlah muncul secara tiba-tiba, melainkan ada proses panjang yang melatarbelakanginya, sehingga perlu penanganan yang komprehensif dan  pendekatan holistik. Dengan banyaknya kejadian bullying, baiknya kita mengedepankan aspek preventif, yakni melalui media ‘pendidikan karakter’. 

Selama beberapa tahun terakhir, pendidikan karakter memang sempat menjadi isu utama dalam dunia pendidikan kita dan sudah ditekankan dalam kurikulum 2013. Namun harus diakui, implementasinya di lapangan masih cukup lemah. Internalisasi nilai-nilai karakter yang semestinya dimiliki oleh anak-anak bangsa- masih bersifat parsial. 

Menurut seorang praktisi pendidikan, Prof Suyanto Ph.D,  karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan setiap akibat dari keputusan yang ia buat.

Pendidikan Karakter merupakan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan seluruh warga sekolah untuk memberikan keputusan baik-buruk, keteladanan, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional.

Siapa yang bertanggung jawab dalam pendidikan karakter ini? Kurang bijak rasanya jika persoalan yang sangat penting ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah dan juga pemerintah. Peran orang tua dalam institusi kecil bernama keluarga merupakan faktor kunci terhadap pendidikan karakter anak-anak kita. Orang tua tidak boleh lepas tangan dari tanggung jawab berat ini. Bagaimanapun, komunikasi dan pola didik orang tua akan sangat berpengaruh terhadap kejiwaan dan masa depan anak. Karena itu, dasar pendidikan karakter ini sebaiknya diterapkan sejak usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age). Pada rentang usia tersebut, penanaman nilai-nilai terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia empat tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia delapan tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak dan sekali lagi peran orang tua menjadi kuncinya.

Setelah mendapatkan nilai-nilai dasar tentang karakter dari lingkungan keluarga, barulah kemudian masuk pada peran institusi pendidikan yang sering kita sebut sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di TK, peran guru menjadi sangat penting. Ia menjadi role model bagi anak-anak dalam bersikap dan berinteraksi dengan lingkungannya. Di samping peran orang tua dan institusi pendidikan, faktor dukungan dari pemerintah juga penting melalui kebijakan, regulasi, dan anggaran untuk menjadikan pendidikan karakter ini sebagai salah satu program unggulan. Pendidikan karakter diyakini akan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, disiplin, saling menghormati/menghargai, budaya malu, tanggung jawab, dan nasionalisme. Nilai-nilai itulah yang saat ini kita perlukan sebagai bangsa. Sejarah mencatat bahwa kemajuan dan keunggulan suatu bangsa bukan ditentukan oleh faktor kekayaan sumber daya alam tetapi lebih pada aspek sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat. 

Sejalan dengan Visi Light of Women untuk menciptakan generasi yang lebih baik, dalam kesempatan ini Light of Women menyelenggarakan sebuah acara seminar bertemakan “My parents My Hero”. Selain memberikan manfaat bagi para pendidik dan orang tua, acara ini pun diselenggarakan untuk mendukung program pemberdayaan perempuan untuk perempuan dari golongan pra-sejahtera yang tinggal di daerah perkumuhan. 

Profit dari acara ini akan dialokasikan untuk menyewa rumah pelatihan yang lebih memadai di daerah Senen, Jakarta Pusat. Kegiatan kelas memasak dan handicraft yang diselenggarakan di Rumah Pelatihan Perempuan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di kalangan perempuan pra-sejahtera. Melalui kegiatan unit bisnis, Light of Women mencoba meningkatkan perekonomian rumah tangga sehingga mereka bisa meningkatkan standar hidup yang lebih baik.


Berikut cuplikan materi yang akan dibawakan oleh para pembicara 'My Parent, My Hero':

Ely Susanti
Ely Susanti, sebagai host dari seminar My Parents, My Hero akan memberikan informasi kepada para pendidik atau orang tua dalam memahami atau mengenal karakter anak mereka, menumbuhkan rasa aman, dan mengenali potensi baik dan hal-hal yang perlu diwaspadai pada anak.

Sifra Susi Langi
Membahas mengenai pentingnya teladan 'memberi' dalam keluarga, membahas nilai-nilai penting yang perlu ditanamkan oleh para pendidik dan orangtua sejak masa kecil yang kemudian berimplikasi langsung dalam kehidupan sehari-hari dan akan mempengaruhi sikap mental ketika anak beranjak dewasa.

Jenny Tan
Di era digital yang serba gadget, Jenny tan akan memberi tips bagi para pendidik maupun orang tua untuk lebih kreatif mendidik anak. Memaksimalkan peran pendidik dan orang tua serta mengubah dunia digital ini menjadi sebuah kesempatan bagi para pendidik dan orang tua untuk dapat menggali potensi anak-anak mereka.

Lenny Wongso

Mengingat tidak ada sekolah formal untuk bisa menciptakan sebuah sosok orang tua yang ideal, pada kesempatan ini, Lenny Wongso akan membahas mengenai bagaimana mendidik anak dengan teknik komunikasi yang baik dan mengulik kekuatan di balik kata-kata yang digunakan untuk bisa membangun anak-anak. Komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci sukses dalam menjalin hubungan sekaligus mendidik anak-anak kita untuk memiliki karakter yang hebat. 


Tired of treating your skin, beauty and hormones problems with so many kind of chemical medicines which cost you more?

Join us getting new insights from an international speaker on how plant concentrates (or we usually called as "pure essential oils") can do their shares in enhancing our beauty from inside.

And most importantly because it is safe since it is 100% pure ones. From hair-fall issue, pimples and other skin disorders, anti-aging secrets, digestive issues, trouble sleeping and emotional management, to controlling our weight in a healthy way.

Only with IDR 125K, you will get:
- A lot new insights, information, interactive talks.
- Dinner.
- Networking time. (don't forget to bring your business card)
- Free goodie bag, and a chance to win the door prize.
- And most importantly, it also includes a donation to support our social project in Light of Women!

Book a seat:
Jess Lee +6281288691493

PRESS RELEASE

Jakarta, 12 September 2015 - Komunitas Light of Women bersama Sense for Money-Praxis hari ini mengadakan lokakarya komunitas mengenai edukasi perencanaan keuangan untuk perempuan di Hotel Amazing Koetaradja di Gondangdia, Jakarta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi finansial perempuan agar mereka dapat mengelola keuangan pribadi, bisnis, dan keluarga secara lebih tepat dan meningkatkan kualitas hidup.

“Jumlah tenaga kerja perempuan di Indonesia semakin meningkat, mulai dari sektor UMKM hingga perusahaan multinasional. Hal itu semakin menegaskan bahwa perempuan memegang peranan penting di keuangan bisnis. Dalam lingkup rumah tangga, perempuan juga berperan besar dalam pengambilan keputusan keuangan keluarga. Untuk itu, perempuan harus memiliki literasi perencanaan keuangan yang selalu update agar dapat memilih produk dan layanan keuangan secara cerdas serta sesuai dengan kebutuhan diri sendiri, bisnis, maupun keluarga,” ujar Nurmala Sari Siregar, Pendiri Komunitas Light of Women.

“Kami menyadari bahwa waktu sangat berharga untuk perempuan. Jadwal aktivitas perempuan semakin padat dan harus dibagi-bagi lagi untuk diri sendiri, karir, lingkungan sosial, dan keluarga. Untuk tetap bisa membekali perempuan dengan edukasi perencanaan keuangan, kami menghadirkan Praxis. Praxis merupakan permainan edukasi unik yang melibatkan peserta dalam simulasi keuangan kehidupan. Setelah 60 menit bermain Praxis, peserta akan lebih memahami jenis-jenis produk keuangan dan pengelolaan uang yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas diri maupun mengembangkan aset,” ujar Puti Safira, perwakilan Sense for Money-Praxis yang juga volunteer pengajar di Komunitas Light of Women.

Lokakarya komunitas ini merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan perempuan #BeraniLebih yang rutin dilakukan setiap bulan. Dengan tema yang berbeda-beda, rangkaian program #BeraniLebih membekali peserta dengan berbagai keterampilan dan ilmu pengembangan kapasitas diri. Komunitas Light of Women membuka pintu untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak yang peduli dan berkomitmen terhadap pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak-anak. Rangkaian program ini terbuka untuk siapa saja, khususnya para perempuan yang telah menjadi anggota komunitas Light of Women.


“Kami memotivasi perempuan untuk lebih menyadari bahwa mereka memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup generasi penerus bangsa, tidak hanya di perkotaan tapi juga di pedesaan, di seluruh Indonesia. Dengan menyadari hal tersebut, perempuan bisa menjadi lebih semangat dan berani untuk mengembangkan diri serta memberikan kontribusi positif kepada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ujar Nurmala Sari Siregar.
Hai, Ladies!

Pernah mendengar tentang plant essential oil? Yeap, kamu benar, plant essential oil merupakan ekstrak murni tanaman yang memiliki khasiat menyembuhkan. Khasiatnya sudah dikenal sejak 5000 tahun yang lalu, khususnya untuk metode pengobatan alami, jauh sebelum perusahaan-perusahaan farmasi berdiri. Selain untuk kesehatan, plant essential oil juga bermanfaat untuk perawatan kecantikan, relaksasi, pembersih rumah, dan masih banyak lagi.



Light of Women mengajak Ladies untuk lebih mengenal manfaat plant essential oil di PLANT ESSENTIAL OILS WORKSHOP yang terdiri dari empat tema berbeda (detail acara dapat dilihat di poster). Dengan mengikuti workshop ini, Ladies tidak hanya akan mendapatkan ilmu baru dan teman baru, tetapi Ladies juga sudah ikut serta membantu program pemberdayaan perempuan Light of Women. 

Caranya? Cukup sebutkan 'Light of Women' pada saat RSVP/registrasi. 

100% uang penjualan tiket akan disumbangkan ke Light of Women.

Tiket:
1 sesi Rp 50,000,-
2 sesi Rp 80,000,-
3 sesi Rp 110,000,-
4 sesi Rp 120,000,- 


See you there, Ladies!





Ada yang spesial pada tanggal 13 Juni 2015. Terlalu banyak momen #BeraniLebih dari teman-teman Light of Women untuk bisa disimpan dalam satu blog post ini. Ini hanya catatan kecil, semangat #BeraniLebih kita abadi.


Garage Sale for Charity 
Sejak pukul 08.00 pagi, teman-teman yang tergabung sebagai member Light of Women sudah  menyiapkan booth masing-masing. Pre-loved items yang mereka bawa sangat beragam, mulai dari produk fashion, perawatan tubuh, hingga mainan anak-anak. Pagi itu, mereka tidak hanya membawa barang-barang untuk dijual, tapi juga membawa cinta untuk berbagi. Yeap! Minimal tigapuluh persen hasil penjualan mereka akan didonasikan untuk mendukung program-program pemberdayaan Light of Women dalam bentuk pelatihan keterampilan, kewirausahaan dan pendidikan.













Sarana Belajar Bagi Peserta Rumah Pelatihan Perempuan
Para ibu rumah tangga peserta Kelas Keterampilan Memasak di Rumah Pelatihan Perempuan juga ikut serta mempraktikkan hasil pelatihan mereka. Dibimbing Relawan Pengajar Chef Puti Safira, para peserta mempersiapkan dua menu makan siang berupa Beef Teriyaki set dan Vegetarian Cap Cay set serta satu menu camilan, yaitu pisang cokelat yang yummy. Pengunjung bisa membelinya secara langsung ke para peserta. Ini merupakan salah satu cara Light of Women memberikan pengalaman kewirausahaan kepada para peserta.




Salam Kenal dari Light of Women!
Setelah menikmati makan siang dan camilan, acara inti pun dimulai. 
Pendiri Light of Women Mala Siregar (kiri) membuka acara dengan menceritakan sejarah singkat Light of Women beserta program-program pemberdayaan yang dijalankan, beberapa di antaranya adalah Rumah Pelatihan Perempuan, Foster Sister, dan kampanye #BeraniLebih. 

Communications Manager Light of Women Cempaka Fajriningtyas (tengah) mengatakan bahwa #BeraniLebih merupakan adalah sebuah ajakan untuk menjadi yang terbaik dari diri kita dan menularkannya ke orang lain melalui kontribusi positif. Salah satu cara Light of Women mengajak perempuan Indonesia untuk #BeraniLebih adalah melalui Kompetisi Tulisan Pendek di Blog. 







Fun Discussion: Detox Your Relationship
Hubungan yang sehat, baik dengan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat merupakan salah satu aspek penting untuk memaksimalkan potensi diri. Pada diskusi ringan ini, Light of Women menggandeng Virlian Nurkristi dari Indonesia untuk Kemanusiaan (tengah) untuk berbagi informasi mengenai hak perempuan, khususnya mengenai tanda-tanda pelecehan ringan hingga berat.

Melengkapi Virlian, Pembina Light of Women Ely Susanti (kiri) berbagi informasi mengenai solusi hubungan sosial yang sehat, salah satunya dengan 'menyaring' lingkup hubungan sosial kita. Cara paling mudah: bergaul dengan orang-orang yang positif.






Pengumuman Pemenang Kompetisi Tulisan Pendek #BeraniLebih
Dari sekitar 370 tulisan pendek yang dikirim oleh bloggers di beberapa kota di Indonesia, merekalah yang paling inspiratif. Selamat!


Pemenang utama: Yati Rachmat dengan #BeraniLebih Percaya Diri Walau Tanpa Gelar 

Pemenang Inspiratif 5: Relinda Puspita dengan Percaya Diri Untuk Bepergian Sendiri! 



Pemenang Inspiratif 4: Emma Hakim dengan #BeraniLebih Tekun Menggali Potensi Diri 


Pemenang Favorit: Syifa dengan #BeraniLebih Berbagi Kebahagiaan

Dari kiri: Wakil Pendiri Yayasan Light of Women Sri Rosa Dewi, Pendiri Yayasan Light of Women Nurmala Sari Siregar, Pemenang Favorit Kompetisi Tulisan Pendek #BeraniLebih Syifa, Pemenang Inspiratif ke-5 Relinda Puspita, Pemenang Inspiratif ke-4 Emma Hakim, Pemenang Utama Yati Rachmat, Pembina Yayasan Light of Women Ely Susanti, Perwakilan Sponsor dari Hotel Quickly Christoper Marlin, Communications Manager Yayasan Light of Women Cempaka Fajriningtyas, dan MC Soviani.

Light of Women berfoto dengan sebagian Finalis!





See you next time!




Foto: Agus Tampubolon (Thanks, Agus!)
Dari kiri: Wakil Pendiri Yayasan Light of Women Sri Rosa Dewi, Pendiri Yayasan Light of Women Nurmala Sari Siregar, Pemenang Favorit Kompetisi Tulisan Pendek #BeraniLebih Syifa, Pemenang Inspiratif ke-5 Relinda Puspita, Pemenang Inspiratif ke-4 Emma Hakim, Pemenang Utama Yati Rachmat, Pembina Yayasan Light of Women Ely Susanti, Perwakilan Sponsor dari Hotel Quickly Christoper Marlin, Communications Manager Yayasan Light of Women Cempaka Fajriningtyas, dan MC Soviani.



Dan, tulisan pendek inspiratif yang terpilih menjadi pemenang adalah:

Pemenang utama: Yati Rachmat dengan #BeraniLebih Percaya Diri Walau Tanpa Gelar 

Pemenang Inspiratif 1: Ayunin Jafar dengan Saatnya #BeraniLebih Belajar 

Pemenang Inspiratif 2: Dwi Rahmawati dengan #BeraniLebih Menciptakan Usaha 

Pemenang Inspiratif 3: Amtina Fatul Latifa dengan #BeraniLebih Banyak Berkontribusi 

Pemenang Inspiratif 4: Emma Hakim dengan #BeraniLebih Tekun Menggali Potensi Diri 

Pemenang Inspiratif 5: Relinda Puspita dengan Percaya Diri Untuk Bepergian Sendiri! 

Pemenang Favorit: Syifa dengan #BeraniLebih Berbagi Kebahagiaan


Selamat kepada para pemenang dan terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah #BeraniLebih berbagi inspirasi :-)


Catatan: seluruh pemenang dan finalis sudah dihubungi panitia lewat telepon dan DM twitter.







Light of Woman. Powered by Blogger.